TUGAS GEOGRAFI MENGAMATI PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

By dyah anggun sismami

March 1, 2011

Category: tugas sekolah

Leave a Comment »


 

DESA SUMBERARUM KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJOMEGORO
Disusun Oleh:
D.Anggun Sismami (20803)-05-9C
SMP NEGERI 1 BOJONEGORO
Tahun Ajaran 2010/2011
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Standar Kompetensi
-Memahami perubahan sosial budaya
Kompetensi Dasar
-Mendeskripsikan perubahan sosial budaya pada masyarakat
Tujuan Pembelajaran
-Memahami pengertian perubahan sosial budaya
-Menyebutkan bentuk-bentuk perubahan sosial budaya
-Mengidentifikasi faktor-faktor terjadinya perubahan sosial budaya
Mengamati Perubahan Sosial yang terjadi di
Desa                : Sumberarum
Kecamatan       : Dander
Kabupaten        : Bojonegoro
Desa Sumberarum Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro .
Terletak di sebelah selatan Ibukota Kabupaten Bojonegoro sekitar 15 km, 3 km dari Kecamatan Dander.
Perubahan Sosial
1. Pengertian perubahan sosial
Perubahan sosial adalah perubahan struktur dan fungsi sosialnya. Perubahan soaial berkaitan erat dengan perubahan kebudayaan dan seringkali perubahan sosial berakibat pada perubahan budaya.
Contoh:
1. Dahulu di Desa Sumberarum tidak ada salon, namun sekarang sudah ada salon. Adanya salon di Desa Sumberarum juga membuat keberadaan tukang cukur rambut keliling menjadi tersisihkan. Berkembangnya teknologi di era globalisasi ini, membuat Desa Sumberarum berkembang juga seperti adanya salon kecantikan dan lain sebagainya.
2. Adanya bengkel. Adanya bengkel ini dapat memberikan perubahan sosial karena dengan dibukanya bengkel ini diharapkan akan memberi peluang baru yaitu membuka lapangan pekerjaan juga memudahkan warga untuk menservise motornya. Memang bengkel ini tidak terlalu besar, namun bengkel ini sudah cukup untuk dikenal masyarakat di Desa Sumberarum dan sekitarnya .
3. Adanya counter pulsa di Desa Sumberarum sehingga mempermudah warga untuk mengisi pulsa elektrik.
2. Bentuk perubahan masyarakat dan contoh nyata di lingkungan sekitar tempat tinggal saya:
A. Perubahan yang terjadi secara lambat (evolusi)
Yaitu perubahan dalam waktu yang lama, terdapat rentetan perubahan-perubahan kecil yang mengikuti dengan lambat. Terjadi karena adanya usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan, kondisi-kondisi baru  yang timbul seiring dengan pertumbuhan masyarakat.
Contoh:
Adanya pembangunan jalan yang ada di Desa Sumberarum. Sebagian besar jalan di Desa Sumberarum telah diperbaiki walaupun masih ada juga jalan yang masih rusak. Itu merupakan contoh dari perubahan evolusi yang dapat terlihat dengan kemajuan sarana transportasi berupa jalan.
Gambar di atas adalah contoh  jalan di Desa Sumberarum yang masih rusak.
B. Perubahan yang direncanakan
Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tersebut. Perubahan tersebut selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan dari agent of change.
Contoh:
1. Perkembangan sarana air di Desa Sumberarum kini selangkah lebih maju. Dahulu warga Desa Sumberarum masih menggunakan air tanah yang diambil dengan timba di sumur-sumur kecil, namun sekarang sebagian besar warga beralih ke PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan mulai meninggalkan air tanah.
2. Desa Sumberarum sekarang telah mempunyai mushola di setiap RT dan satu masjid utama. Pembangunan sarana ibadah tersebut bertujuan mempermudah warga dalam mendekatkan diri kepada Allah dan lebih memeperkuat tali silaturahmi. Perubahan ini direncanakan oleh warga Desa Sumberarum sendiri.
C. Perubahan yang tidak direncanakan
Perubahan yang tidak di rencanakan adalah merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa kehendak serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapakan masyarakat.
Contoh:
1. Pada saat prosesi adat pernikahan (warga desa sumberarum) cenderung prosesi adat pernikahannya dipercepat. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya dan waktu. Perubahan ini sebenarnya tidak dikehendaki masyarakat tapi tidak sanggup untuk menghindarinya.
D. Perubahan besar
Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.
Contoh :
1.      Dahulu warga Desa Sumberarum membajak sawahnya menggunakan sapi. Namau sekarang dengan kemajuan teknologi , masyarakat beralih ke mesin pembajak sawah atau traktor. Perubahan besar akan terasa oleh petani dengan modernisasi di sector pertanian.
Gambar di atas:
Petani di Desa Sumberarum sekarang.
E. Perubahan jumlah penduduk
Perubahan jumlah penduduk adalah perubahan yang disebabkan oleh bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk. Bertambahnya penduduk sangat cepat, sehingga menyebabkan perubahan struktur dalam masyarakat, terutama menyangkut lembaga-lembaga kemasyarakatan. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan karena berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain. Dan berkurangnya penduduk juga akan menyebabkan perubahan sosial budaya.
Contoh:
Perubahan penduduk di Desa Sumberarum tepatnya di RT.27 RW.09 tergolong pesat. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2009 saja penduduk di Desa Sumberarum semakin banyak. Terbukti pada tahun 2007 jumlah kepala keluarga hanya berkisar kurang lebih 36 kepala keluarga. Namun kini menjadi kurang lebih 54 kepala keluarga.
F.  Penemuan baru
Penemuan baru yaitu adanya penemuan baru dalam kehidupan masyarakat baik berupa ilmu pengetahuan maupun teknologi  yang memengaruhi dan membawai perubahan dalam masyarakat itu.
Contoh:
Dalam masyarakat akan terbentuk status sosial berdasarkan harta (sepeda motor) yang dimiliki. Orang yang tidak memiliki sepeda motor bisa dianggap status sosialnya lebih rendah dibanding orang yang memilikinya. Selanjutnya, orang yang memiliki sebuah sepeda motor bisa dianggap rendah statusnya dibanding orang yang memiliki lebih dari satu sepeda motor.
G. Pertentangan atau konflik di dalam masyarakat
Pertentangan yang terjadi dalam masyarakat karena kemajemukan menyebabkan perubahan sosial, sifat individualistis, rasa egois dan persaingan untuk memperebutkan sumber kebutuhan.
Pertentangan dapat terjadi antara orang persoerangan, perorangan dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Keadaan tersebut dapat menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat.
Contoh:
Pertentangan masyarakat di Desa Sumberarum RT.27 RW.09  adalah bau busuk yang menyengat yang berasal dari limbah industri rumah tangga (tahu) yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.  Limbah tersebut dialirkan ke selokan penduduk oleh pemilik industry karena tempat pembuangannya sudah tidak muat lagi. Ini menyebabkan  pernah terjadi perselisihan antara warga yang menjadi korban dengan pemilik industry tahu tersebut. Sampai saat ini permasalahan itu masih menjadi masalah yang mengganggu bagi warga Desa Sumberarum.
Kesimpulan
Dari berbagai bentuk perubahan sosial mulai dari perubahan yang terjadi secara lambat, perubahan yang dikehendaki, perubahan yang direncanakan, perubahan yang tidak direncanakan, perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, pertentangan dalam masyarakat dan revolusi dalam masyarakat di Desa Sumberarum mengalami perubahan, namun perubahan itu dianggap normal bahkan pengaruhnya secara cepat menyebar di dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut terjadi karena semakin berkembang kedalam masyarakat di era globalisasi dan era moderenisasi. Perubahan-perubahan yang ada di masyarakat Sumberarum ada yang berdampak negatif dan ada pula yang berdampak positif.
Dampak positif:
-Perubahan sikap warga Desa Sumberarum
Dengan adanya era globalisasi dan era moderenisasi fikiran dari warga Desa Sumberarum menjadi  lebih rasional. Seperti contoh di atas yaitu warga akan memperingatkan salah satu warga yang memang melakukan kesalahan.
-Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi warga makin mudah untuk melakukan aktifitas dan berfikir lebih maju. Contoh berkembangnya teknologi adalah dengan adanya alat transportasi sepeda motor yang lebih memudahkan warga untuk melakukan aktifitas, adanya mesin traktor yang membantu petani membajak sawah dengan cepat.
Dampak negatif:
-Pola kehidupan yang lebih individualistis.
-Kesenjangan sosial
Apabila Warga Desa Sumberarum hanya ada beberapa yang hidup secara tradisional dan yang lainnya hidup mengikuti arus era moderenisasi dan era globalisasi. Hal ini dapat membuat kesenjangan sosial.
Daftar referensi:
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: